Mereka hanya berbilang dua. Dua manusia. Dan penuh dengan cinta. Bahkan hidup ini akan lebih bermakna dengan mereka.
Cinta itu sungguh bentuk pengorbanan dan tindakan yang terkadang banyak hanya menilai dari material bukan waktu yang dapat dihabiskan bersama.
Dua tercinta. Dua manusia yang kucintai tanpa alasan khusus. Tanpa pengetahuan khusus kenapa dua-duanya datang bukan tiba2 tapi karena dengan suatu tujuan yang jauh telahb dirancang sebaik mungkin oleh sang pencipta.
Dua sempurna. Dua manusia yang sederhana itu seakan melengkapiku dalam hidup. Pemahaman terindah yang dapat kutafsirkan bahkan mungkin perlu waktu seumur hidupku.
Ya Allah, maha pelindung sebaik-baiknya, maha penyayang umatnya dan maha pemurah segalanya... terima kasih karena engkau memilihkan mereka untukku. Mereka dengan seluruh kekukurangan kelebihan dan nasihat terbaik yang selalu tanpa bosan terucap untukku. Doa terbaik yang selalu mereka minta untukku. Dan seluruh waktu yang mereka pertaruhkan untukku bukti cinta mereka yang tidak mungkin sanggup aku membalasnya.
Ya Allah yang maha baik...
Panjangkan waktu kami dalam kebersamaan dan kebahagiaan. Indahkan segala hal bahkan untuk hal-hal yang terkadang membuat kami kecewa dan harus bersedih. Lapangkan segala yang sempit,dan pertemukanlah kami di tempat yang paling indah yang pernah engkau ciptakan pada akhirnya.
Dua tercintaku, semoga Allah selalu dan akan mendengarkan doa kita. Karena doa terbaik akan selalu didengar walaupun terkadang membutuhkan waktu yg tidak cepat untuk dikabulkan..
Alhamdulillah atas segala nikmat yang engkau limpahkan padaku dan dua tercintaku...
For my lovely mom and dad
Monday, March 31, 2014
Dua tercinta dalam kesederhanaan
Monday, March 10, 2014
Pagi buram
Kan aku tidak mungkin menangis disamping ibu kedua ini? Beliau juga sakit dan bukan anak baik namanya kalo aku berbagi sedih pagi ini... :"(
Tepat sebulan setelah tgl 9 yang menyedihkan itu,meruntuhkan setiap tembok2 yang dibangun 7tahun lalu hancur. Entahlah aku benci mengingatnya..
Pun tgl 10 ini aku benci. Sama bencinya dikhianati. Sama sakitnya,sama...
Hal terberat detik ini diibaratkan seperti air yang sudah tidak bisa dibendung dengan apapun lagi walaupun volumnya sudah maksimal ditampung. Rasa-rasanya mau pecah.
Kenapa harus pagi ini? Kenapa ya Allah? Kenapa juga harus aku?Aku baru 22. Baru 2 bulan kurang.. baru memulai skripsi,merangkai mimpi tentang dunia.. tapi sempurna pagi ini 10.58 rasanya hati itu kian tak berbentuk.
Seharusnya tidak perlu tahu,tidak perlu mau tau.
Ya Allah...
Mungkin cintamu begitu besar padaku,caranya pun mungkin tak biasa untuk menunjukanya.. tapi tolong kuatkan kuatkan...Aku kan bukan gatot kaca?Aku bukan robot yang tidak berhati ya Allah...
Aku juga berjanji demi siapapun tidak akan pernah berbagi sedih dengan siapapun yang sakit. Apapun bentuk sakitnya. Tapi kenapa aku selalu sakit diantara itu semua? Diantara semua kekhawatiran yang semakin nyata.
Rasanya ingin mengutuk pagi ini. Pagi yang menyakitkan. Sama menyakitkan dengan pagi tgl 9 bulan lalu..
Sulit memahami kenapa semua harus terjadi berurutan? Dan...terlebih menyakitkan.
Akumulasi dari segala bentuk penyakit itu bisa datang kan ya Allah kapanpum ia mau datang. Tapi tolong,jangan sedikitpun aku sakit karena ini. Jangan buat sakitnya berkepanjangan....
Kuatkan yang lemah. Kuatkan karena engkau Maha Kuat.
Ya Allah....akumulasi ini bertambah berat dan banyak. Jangan jadikan ia tumpukan penyakit dikemudian hari. Biarlah aku melepaskan dengan ikhlas.... Ya Allah..... engkau segala pemilik di muka bumi ini..
Jadikanlah kekecewaan,kesedihan dan segala macam bentuk ini sembuh segera. AMIN.
-Untuk segala kekecewaan pergilah. Jangan biarkan terlalu lama larut :)
Detakmu di mataku
Hari ini tanpa ibu. Biasanya tidur malam dg sedikit guyonan dari beliau mata tak ingin terlelap sedikitpun. Rasanya baru semenit berbicara,ternyata jarum jam sudah jauh bergerak ke angka 1. Tengah malam yanh sunyi sepo hanya berdua dengan ibu di kamar,terhanyut dengan cerita-ceritanya....hal yang paling membahagiakan..
Hingga terkadang ibu tertidur duluan saat cerita dariku pun baru dimulai huf.
Tapi bagiku cerita itu benar2 baru dimulai. Kebiasaan rutin dari dulu kalo ibu tidur duluan aku selalu dan selalu melihatnya.. melihat ia tertidur,dan aku masih saja menatap dalam degup jantungnya. Aku selalu takut nanti jantung itu akan berhenti dan aku.....tak bisa lagi melihatnya. Melihat degup jantung ibu tiap malam tiba.
Mungkin sedikit aneh memang tapi kebiasaan tetaplah kebiasaan.
Mencintainya itu melihat jantungnya,melihat tidurnya tenang dan ritual sebelum tidur yang paling favorite sblum memulai cerita2nya cuma satu yaitu menggosok punggung nya dengan apapun yang kita sebut minyak kayu putih xixi.
Bahagia memang sungguh sederhana. Sangat indah..tentang detak jantungmu,Ibu♥
Saturday, March 8, 2014
Berkeping-keping Hancur
Menginjak angka 22 itu bukan urusan mudah seperti membalikan telapak tangan. Tepat setelah tgl 23 januari itu masalah bermunculan.
Seperti jerawat waktu haid datang. Siapa yang bisa mengusirnya?hanya waktu dan sabar. Huh
Ketidakberadaan seseorang itu seperti tabung yang kosong tanpa air. Kosong dan sepi.
Merasakan tiap detik berganti menit berganti jam..sungguh sangat lama. Menunggu malam tiba,dan itu saatnya aku mencoba melupakan dan bersiap ketika pagi datang pikiran-pikiran dan kenangan2 itu kembali menyergap.
Kapan perasaan ini bisa berdamai dengan smua yang kusebut dengan masa lalu sekarang? Tepat sakit hati itu merambah memasuki relung hati yang terdalam. Setiap hari hanya merangkai tiap kenangan yang aku tahu hanya waktu yang akan mengobati tentu dengan sabar akan menjadi lebih mudah.
Dan yang membuat semakin buruk itu bukan hanya fisik yang sekarang sudah entahlah..tak perlu dibahas.. tapi jauh di luar bentuk fisik perasaan tetaplah hal yang paling buruk sekarang bentuknya...sudah berkeping-keping,hilang bentuk!
Tapi di sisi lain selalu ada pahlawan yang aku tak tahu tanpanya mungkin aku sudah tidak bisa apa yang org katakan bertahan. Bukan bertahan dengan semua teori gila di otak egois ini,tapi bertahan dengan smua keadaan yang memaksa kita untuk lebih kuat.
Kuat?
Kuat itu artinya luas. Bukan hanya karena hati yang berkeping-keping ini saja aku kuat, pun diantara semua itu bertahun-tahun juga aku merasa Allah mencintaiku diam-diam. Seribu alasan membuatku selalu menangis dalam sujud malam..entahlah ini mungkin yang dinamakan takdir...
Takdir tidak akan membuatku menyerah akan semua ini. Karena beberapa takdir baik bisa diciptakan tentu oleh kita sendiri.
Nanti kalo kalian baca yasim baca juga penutupnya ya..disana ak menemukan segala apapun yang aku cari. Disana aku paham bahwa segalanya dengan seizin allah akan terjadi..jadi bacalah penutup yasin itu. Sungguh mengharukan...
Terkadang,hidup menguatkan dengan cara2 yang tidak kita inginkan. Tapi percayalah sungguh dibalik segala ini kemudahan,kebahgiaan menanti. Jemputlah dengan cara terbaik walaupun dengan hati yang berkeping-keping :"")
-af
*disamping seseorang yang aku sebut dari tadi pahlawan.
Thursday, February 20, 2014
How?
Terbesit dalam hati tentang bagaimana selanjutnya?
Selanjutnya akan tetap jadi misteri yang abadi. Seperti janji Allah tentang apapun itu di masa yang akan datang sudah tertulis dan Allah sudah menunggu disana.
Tetapi yang kita jumpai hanya ketakukan yang menyergap tiba2.. jika nanti kekurangan,kelaparan menimpa bagaimana?
Sadarilah bahwa waktu tidak akan terulang.. dan percayalah segala kebaikan telah menunggu disana.
Ya allah jika kematian semakin dekat jangan buat kemaksiatan bertambah di diri ini, kejahatan serta rasa dengki yang memuncak terus menggerogoti diri.
Jadi 'how' sesungguhnya cuma bayangan kita saja. Ketakutan kita yang buat saja. Sungguh Allah maha seadil-adilnya. :")
*untuk diri yg sll bodoh,acuh dan jauh dr kebaikan. Lekas menjadi baik segera ya :"""
Wednesday, February 19, 2014
Caraku menunggu-mu
Beberapa cara telah dicoba. Dan akhirnya berakhir seperti ini. Seperti tidak ada rasanya, hambar.. tapi sungguh di lubuk hati yang paling dalam aku merindukan..
Bukan karena tak mampu ku ucapkan dg cara2 seperti itu,mungkin karena menjaga perasaan adalah yang terbaik seperti ini.
Sungguh ketika ada kata di hati harus melepas nya berat. Tapi cara terbaik mengetahui apakah perasaan itu akan semakin besar atau justru semakin memudar adalah dg melepaskan. Bukan! Bukan karena tidak ada perasaan. Perasaan tolak ukurnya bukan dengan berbahasa aku mencintaimu... perasaan hanya cukup dirasakan. Dan itu tetap akan menjadi perasaan disana.
Mencintai dalam tiap doa-doa sepertiga malam, setiap tegukan air berbuka puasa dan sujud akhirku tidak akan pernah putus. Dan sekali lagi entah sampai kapan.
Nanti mungkin ada saat dimana Allah menunjukan apakah ini baik pada waktunya atau tidak. bukan sekarang tapi mungkin 1-2 tahun kedepan atau tidak sama sekali, dan saat itu mungkin ada orang lain yang lebih baik sebagai gantinya.
Allah tidak pernah sekalipun menukar apapun yang pada hakikatnya sudah tertulis pada diri kita. Jadi apa yang perlu ditakutkan?
Af-
Friday, October 25, 2013
Tentangmu dan hujan kala itu
Karena ketika hujan, dirimu semakin terasa dekat. Dari itu aku membenci hujan.
Dirimu bukanlah awan hitam. Tapi setiap hujan turun aku tahu kamu pun disana memperhatikan.
Angin dan perpaduan air yang turun terasa merasuk tulang. Entah, aku merasa lemah saat itu.
Dirimu jauh aku tidak mempedulikan. Tapi jika hujan dirimu seakan terbang melekat ah apalah artinya jika hanya sebuah bayangan saja. Menyiksa.
Ribuan kali aku bilang, walaupun suaramu parau aku tetap mencintainya. Seakan harum tubuhmu pun seperti apa yang selalu kuhirup ketika aku bangun dari peraduan.
Rasanya tuhan menguji kita dalam bentuk jarak yang sangat jauh. Aku tidak kuat tapi dirimu selalu menguatkan dan bilang kita mampu melewati ujianya.
Aku selalu bilang padanya jika hendak pergi ke suatu tempat yang jauh pergilah tapi jangan biarkan aku terlalu lama menunggu. Aku benci membunuh waktu sendiri tanpamu.
Dulu waktu kita berjumpa untuk pertama kalinya aku sudah bahagia melihatmu datang lalu duduk disana. Aku selalu tampak acuh padamu hanya karna aku takut perasaanmu tak sama denganku.
Tapi saat ini saat perasaan kita sama, tuhan menginginkan aku agar hanya bisa merindukan dirimu. Bukan memilikimu seutuhnya di dekapku.
Hujan itu yang mengantarkanmu pergi. Dan air mata deras membasahi pipiku. Rasanya aku kutuk hari itu. Rasanya pelukanmu tak ingin kulepas. Tapi aku tak berdaya. Pesawatmu sudah menunggu.
Sekarang tinggal aku dan perasaan ini bergejolak ketika hujan datang. Dan kabar dirimu menghilang. Aku menunggu bukan karena aku tak mau menghubungimu dahulu. Karena aku bisa saja meneleponmu sesekali. Tapi aku menuggu karena dirimu. Dirimu yang akan menghubungiku dahulu. Jadi tak perlu setiap hari mempertanyakan dimana dirimu, sedang apa dan apakah aku masih disana. Dihatimu?
AF-