Saturday, March 8, 2014

Berkeping-keping Hancur

Menginjak angka 22 itu bukan urusan mudah seperti membalikan telapak tangan. Tepat setelah tgl 23 januari itu masalah bermunculan.
Seperti jerawat waktu haid datang. Siapa yang bisa mengusirnya?hanya waktu dan sabar. Huh
Ketidakberadaan seseorang itu seperti tabung yang kosong tanpa air. Kosong dan sepi.
Merasakan tiap detik berganti menit berganti jam..sungguh sangat lama. Menunggu malam tiba,dan itu saatnya aku mencoba melupakan dan bersiap ketika pagi datang pikiran-pikiran dan kenangan2 itu kembali menyergap.
Kapan perasaan ini bisa berdamai dengan smua yang kusebut dengan masa lalu sekarang? Tepat sakit hati itu merambah memasuki relung hati yang terdalam. Setiap hari hanya merangkai tiap kenangan yang aku tahu hanya waktu yang akan mengobati tentu dengan sabar akan menjadi lebih mudah.
Dan yang membuat semakin buruk itu bukan hanya fisik yang sekarang sudah entahlah..tak perlu dibahas.. tapi jauh di luar bentuk fisik perasaan tetaplah hal yang paling buruk sekarang bentuknya...sudah berkeping-keping,hilang bentuk!
Tapi di sisi lain selalu ada pahlawan yang aku tak tahu tanpanya mungkin aku sudah tidak bisa apa yang org katakan bertahan. Bukan bertahan dengan semua teori gila di otak egois ini,tapi bertahan dengan smua keadaan yang memaksa kita untuk lebih kuat.
Kuat?
Kuat itu artinya luas. Bukan hanya karena hati yang berkeping-keping ini saja aku kuat, pun diantara semua itu bertahun-tahun juga aku merasa Allah mencintaiku diam-diam. Seribu alasan membuatku selalu menangis dalam sujud malam..entahlah ini mungkin yang dinamakan takdir...
Takdir tidak akan membuatku menyerah akan semua ini. Karena beberapa takdir baik bisa diciptakan tentu oleh kita sendiri.
Nanti kalo kalian baca yasim baca juga penutupnya ya..disana ak menemukan segala apapun yang aku cari. Disana aku paham bahwa segalanya dengan seizin allah akan terjadi..jadi bacalah penutup yasin itu. Sungguh mengharukan...
Terkadang,hidup menguatkan dengan cara2 yang tidak kita inginkan. Tapi percayalah sungguh dibalik segala ini kemudahan,kebahgiaan menanti. Jemputlah dengan cara terbaik walaupun dengan hati yang berkeping-keping :"")
-af
*disamping seseorang yang aku sebut dari tadi pahlawan.

Thursday, February 20, 2014

How?

Terbesit dalam hati tentang bagaimana selanjutnya?
Selanjutnya akan tetap jadi misteri yang abadi. Seperti janji Allah tentang apapun itu di masa yang akan datang sudah tertulis dan Allah sudah menunggu disana.
Tetapi yang kita jumpai hanya ketakukan yang menyergap tiba2.. jika nanti kekurangan,kelaparan menimpa bagaimana?
Sadarilah bahwa waktu tidak akan terulang.. dan percayalah segala kebaikan telah menunggu disana.
Ya allah jika kematian semakin dekat jangan buat kemaksiatan bertambah di diri ini, kejahatan serta rasa dengki yang memuncak terus menggerogoti diri.
Jadi 'how' sesungguhnya cuma bayangan kita saja. Ketakutan kita yang buat saja. Sungguh Allah maha seadil-adilnya. :")
*untuk diri yg sll bodoh,acuh dan jauh dr kebaikan. Lekas menjadi baik segera ya :"""

Wednesday, February 19, 2014

Caraku menunggu-mu

Beberapa cara telah dicoba. Dan akhirnya berakhir seperti ini. Seperti tidak ada rasanya, hambar.. tapi sungguh di lubuk hati yang paling dalam aku merindukan..
Bukan karena tak mampu ku ucapkan dg cara2 seperti itu,mungkin karena menjaga perasaan adalah yang terbaik seperti ini.
Sungguh ketika ada kata di hati harus melepas nya berat. Tapi cara terbaik mengetahui apakah perasaan itu akan semakin besar atau justru semakin memudar adalah dg melepaskan. Bukan! Bukan karena tidak ada perasaan. Perasaan tolak ukurnya bukan dengan berbahasa aku mencintaimu... perasaan hanya cukup dirasakan. Dan itu tetap akan menjadi perasaan disana.
Mencintai dalam tiap doa-doa sepertiga malam, setiap tegukan air berbuka puasa dan sujud akhirku tidak akan pernah putus. Dan sekali lagi entah sampai kapan.
Nanti mungkin ada saat dimana Allah menunjukan apakah ini baik pada waktunya atau tidak. bukan sekarang tapi mungkin 1-2 tahun kedepan atau tidak sama sekali, dan saat itu mungkin ada orang lain yang lebih baik sebagai gantinya.
Allah tidak pernah sekalipun menukar apapun yang pada hakikatnya sudah tertulis pada diri kita. Jadi apa yang perlu ditakutkan?
Af-

Friday, October 25, 2013

Tentangmu dan hujan kala itu

Karena ketika hujan, dirimu semakin terasa dekat. Dari itu aku membenci hujan.
Dirimu bukanlah awan hitam. Tapi setiap hujan turun aku tahu kamu pun disana memperhatikan.
Angin dan perpaduan air yang turun terasa merasuk tulang. Entah, aku merasa lemah saat itu.
Dirimu jauh aku tidak mempedulikan. Tapi jika hujan dirimu seakan terbang melekat ah apalah artinya jika hanya sebuah bayangan saja. Menyiksa.
Ribuan kali aku bilang, walaupun suaramu parau aku tetap mencintainya. Seakan harum tubuhmu pun seperti apa yang selalu kuhirup ketika aku bangun dari peraduan.
Rasanya tuhan menguji kita dalam bentuk jarak yang sangat jauh. Aku tidak kuat tapi dirimu selalu menguatkan dan bilang kita mampu melewati ujianya.
Aku selalu bilang padanya jika hendak pergi ke suatu tempat yang jauh pergilah tapi jangan biarkan aku terlalu lama menunggu. Aku benci membunuh waktu sendiri tanpamu.
Dulu waktu kita berjumpa untuk pertama kalinya aku sudah bahagia melihatmu datang lalu duduk disana. Aku selalu tampak acuh padamu hanya karna aku takut perasaanmu tak sama denganku.
Tapi saat ini saat perasaan kita sama, tuhan menginginkan aku agar hanya bisa merindukan dirimu. Bukan memilikimu seutuhnya di dekapku.
Hujan itu yang mengantarkanmu pergi. Dan air mata deras membasahi pipiku. Rasanya aku kutuk hari itu. Rasanya pelukanmu tak ingin kulepas. Tapi aku tak berdaya. Pesawatmu sudah menunggu.
Sekarang tinggal aku dan perasaan ini bergejolak ketika hujan datang. Dan kabar dirimu menghilang. Aku menunggu bukan karena aku tak mau menghubungimu dahulu. Karena aku bisa saja meneleponmu sesekali. Tapi aku menuggu karena dirimu. Dirimu yang akan menghubungiku dahulu. Jadi tak perlu setiap hari mempertanyakan dimana dirimu, sedang apa dan apakah aku masih disana. Dihatimu?
AF-

Thursday, October 3, 2013

The next plan

Hay! Wow sudah oktober kah?! Gitu skripsi belum dicicil sama sekali? Belum nyari topik lagi setelah ditolak? Kenapa? Putus asa? Gak ada ide?

Bukaaaaannnn?!!!!!! (Dalem hati)
Bukan karena semua itu sih. Semua masalahnya ada di tangan yang malea ngetik, otak yang ga mau diajak paksa cari bahan sama mata yang males baca.

Nah iya itu 3 masalah penyebab skripsi belum nemu judul.
Gitu harus gimana? Cuma berdoa gitu ga usaha? Ya nol besar!

Pinginya cepet lulus dapet kerja tapi cuma sekedar niat usahanya nol. Mau jadi apaan? Hutang kamu sama negara masih banyak ya..inget tiap hutang mesti dibayar kalo gamau tar ditagih di akhirat pake cara yang berat.

Sebenernya tadi itu cuma kata pengantar yang kelewat paanjang tentang apa yang gue rasain sekarang. Tiap hari sampe mata sembab berdoa juga kalo usahanya ga ada skripsi gimana bisa jadi?
Gue sadar berltul sebagai orang yang suka buru2 pgn rasanya skripsi selesai dalam waktu sekejap tapi gue tau ga mungkin hhaha
Jadilah gue udh buat perjanjian serta time table buat nyuaun strategi demi keluluaan april yang gue dambakan. Kenapa april? Karena gue suka bulan april. Dan insya allah april gue udah sidang. Bismillaaah

Setelah target skripsi selesai target lainnya menunggu untuk dilaksanakan. Dari mulai kerja sampe punya anak dan terakhir pingin bisa jadi wirausaha sih sebelum bener2 nutup mata.

Cuma ada 3 hal yang sampe saat ini gue pegang jadi prinsip hidup sukses gue. Pertama pastinya solat sama puasa sunah yang lagi diusahakan ga tinggal. Kedua sedekah gue tiap bulan ga putus dan terus nambah san yang terakhir berdoa dan usaha tanpa mengenal batas lelah.

Prinsip yang mungkin sulit sih kayanya dirutinin tapi niat dari seorang bergolongan darah O ini ga akan gentar sampe titik darah penghabisan.

Lanjut kata kita punya prinsip yang harus dipatuhi karena percaya ga percaya prinaiplah yang menuntun kita jadi orang yang kuat dan sukses. Prinsip ga harus ikutin orang lain. Kalian ciptain sendiri dan niatin kalian bisa ngelewatinya dengan ikhlas.

Semangat mengejar 2014! Sukses kamu di depan mata. Ya tepat di depan mata kamu! :)

Friday, September 13, 2013

Kamu pohon kelapa

Kenapa aih judulnya harus pohon kelapa? Karena tiba2 inget mamah pernah manjat pohon kelapa dan katanya lebih susah daripada manjat pohon lainnya. Jelas susah secara kelapa ga ada ranting cuma satu batang doang buat sampe atas...kayanya tahun ini bakal kaya itu pohon, sedikit agak sulit dan mungkin butuh extra perjuangan buat ngelewatinnya tapi jelas di akhir bakal membuahkan hasil..bukan cuma buat kita aja hasilnya tapi orang lainpun bisa nikmatin..
Pohon kelapa menjulang tinggi, kokoh dan seluruh tubuhnya itu mengandung manfaat. Berjuanglah seperti pohon kelapa..terlihat biasa tapi unsur seninya itu ga kalah dari pohon lain kok..walaupun mungkin kalo jualan pohon kelapa ga laku tapi tanpa pohon kelapa ga bakal ada tuh makanan seenak rendang, gule, kue serabi dll...hehe
Berjuang terus ya nak, walaupun tidak mudah, beresiko...
:")

This is september...

Hola septembreeee!! I feel like turn back the time for 1 yr ago. Now am preparing for the script! What kind of script? ! No need to ans cause all of the last semester only focus of last exam and graduate.